PERNIKAHAN DALAM ISLAM

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

“ Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” [Al-Hujuraat : 13] Allah itu menicptakan manusia dengan ciptaan yang berbeda-beda beraneka ragam, walaupun manusia itu banyak,tapi selalu berbeda, yaitu dari wajahnya, badannya dan fisiknya. Allah menciptakan manusia dengan dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan, kenapa Allah menciptakan Manusia dengan lawan jenis? Agar manusia bisa meneruskan hidup dan agar tidak langka, begitu pula hewan, tumbuhan.dll . allah menciptakan manusia untuk yang pertama kali yaitu adam, dalam hidupnya dia merasa sendiri akhirnya Allah pun menjadikan tulang nabi adam menjadi seorang perempuan yang sangat cantik, yaitu hawa. hingga akhirnya mempunyai keturunan, dari anak nabi adamlah manusia terus berkembang-berkembang hingga sampai sekarang ini.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَا

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”[1] pernikahan atau adalah upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial, kenapa kita harus menikah, agar kita bisa menjadi keluarga yang sah dengan mempunyai keturunan yang sah, kalau kita lihat sekarang ini banyak laki-laki dan perempuan yang melakukan hubungan tanpa ikatan pernikahan, padahal dalam agama islam itu sangat tidak diperbolehkan apalagi Allah sangat membenci sekali yang namanya perzinaan, dalam islam pun kalau ada antara laki-laki dan perempuan melakukan perzinahan , maka akan dicambuk dan di asingkaan ke luar kampung mereka tersebut. Itulah kenapa kita harus menikah selain menjaga syahwat juga agar tidak terjerumus kepada zinah. Mungkin kalau di Negara barat perbuatan tersebut sudah biasa karena mereka adalah Negara yang bebas, sebenarnya di Indonesia juga ada tapi tidak separah yang ada di Negara barat, mereka dengan sengaja mempertonkan aurat mereka agar bisa merangsang lawan jenis mereka, mungkin kalau lawan jenisnya tidak melihatnya atau menutup mukanya, tidak akan menjadi masalah, tapi biasanya seoranglaki-laki itu jika ada wanita seperti itu, mereka tidak akan mnutup mata mereka, justru mereka akan suka dan dengan seperti itu, itulah pentingya iman dalam hidup kita. Kadang kita selalu berpikir kalau nanti kita akan menikah justru akan menjadi sengsara , saya rasa tidak kenapa? Karena berdua itu lebih baik daripada sendiri jadi jika ada seorang laki dan perempuan menikah justru mereka akan menjalani hidup ini dengan bekerja sama antar keduanya, jika laki-laki nya dipecat dari perusahaan misalnya, perempuanya bisa membantu atau bisa juga menasehatinya agar selalu sabar dan bertawakal kepada Allah, karena itu semua adalah cobaan dari Allah, begitupula sebaliknya. Mempunyai keturunan itu adalah sebuah anugerah dari Allah, itulah gunanya arti pernikahan. kita harus menjaganya karena anak adalah titipan dari Allah, kita bisa lihat sekarang di TV, Koran, atau internet, banyak sekali anak yang dibuang atau dibunuh karena tidak ingin orang tuanya tahu atau namanya menjadi tercemar, bahkan ada juga yang membuang anaknya kedepan-depan rumah orang, masjid, dll. Itu karena mereka tidak mau bertanggung jawab atas perbuatan yang mereka perbuat. Padahal kalau kita lihat anak tersebut itu tidak mempunyai dosa, tapi karena perbuatan laki-laki dan perempuan tersebut anaknya pun menjadi anak haram, sebenarnya anaknya tidak haram, hanya caranya sajalah anak tersebut menjadi haram. Pernikahan itu memanglah sangat penting sekali, selain untuk tujuan hidup kita juga untuk menunjang masa depan anak-anak kita nanti, di dalam pernikahan banyak sekali tantangan dan cobaan yang harus dihadapi oleh kedua belah pihak, salah satunya adalah kita harus benar-benar sabar dalam menghadapi pertikaian yang terjadi di antara kedua belah pihak. Banyak sekarang laki-laki yang ingin mempunyai istri lebih dari satu atau yang disebut poligami, salah satunya karena istrinya mungkin tidak mempunyai keturunan, sebenarnya dalam islam boleh saja melakukan poligami asalkan dia harus benar-benar adil, seperti nabi Muhammad walaupun dia mempunyai istri lebih dari satu tapi dia adil, dan dia bertanya dahulu kepada istrinya, istrinya merelakan atau tidak, akan tetapi kebanyakan sekarang suami berpoligami bukan karena masalah sama istrinya tapi suami berpoligami hanya untuk memuaskan hawa nafsu laki-laki tersebut, itu sangat dilarang oleh agama islam, kadang seorang istri merelakan suaminya berpoligami walaupun dalam hatinya tidak,karena istri tersebut tidak bisa memberikan keturunan kepada suami tersebut. tidak ada seorang istri yang ingin dipoligami, jika ada seorang istri yang dipoligami mungkin dia hanya ingin hartanya saja, Menikah itu memang indah, dalam pernikahan juga banyak masalah, jalankan pernikahan kita hidup sehari-hari pun banyak masalahnya, salah satu masalahnya yaitu kesulitan ekonomi,dan masalah –masalah yang lainya. Banyak sekali manusia sekarang yang menikah Karena suatu hal, misalnya laki-laki kebanyakan lebih suka memilih wanita dalam hidupnya karena cantik, dan wanita pun sama,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ ِلأَرْبَعٍِ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” [2] ada juga wanita menikah kepada laki-laki tersebut karena cowok tersebut kaya, tidak peduli dia ganteng atau miskin yang penting dia kaya, memang sih memilih seperti itu wjar-wajar saja, akan tetapi harusnya kita memilih jangan hanya dari luarnya saja, tapi kepribadian juga misalnya, wanita tersebut taat beribadah apa tidak,dll. Bayangkan jika seseorang laki-laki mempunyai istri yang cantik, taat beribadah, dan kaya. Pasti dia tidak akan berpaling. Tapi kita harus ingat kita diciptakan oleh Allah beragam-ragam jenis jadi sebenarnya cantik atau jelek, kaya miskin sama saja, yang penting harus taat beribadah, karena harta, tahta, dan wanita itu hanyalah sementara yang akan kita tinggalkan nanti diakhir kita mati kelak hanya amal dan ibadah kita saja, jadi peliharan agamamu, keluargamu,serta keturunanmu dengan sebaik-baiknya, janganlah sampai terjerumus kepada api neraka. Kita sebagai orang tua harus memperingatkan kepada anak kita kepada yang baik, jika dia melakukan perbuatan yang tidak baik tegurlah dan nasihatinlah dia, maka keluarga akan menjadi keluarga yang baik dan tenteram.:

Qona’ah

Taukah kalian apa arti qanaah itu ? qanaah adalah sikap yang merasa dirinya cukup, puas atau ridho atas keberkahan dan karunia yang Allah beri. Jadi kalo Allah sudah memberi  apa yang dia berikan kita harus rela , apapun yang Allah berikan kita harus menerima apa adanya dan kit a harus selalu bersyukur, kadang kala kita manusa tidak pernah bersyukur sudah diberikan Allah dengan nikmat yang banyak tapi kita masih mengeluh, Allah itu tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan misalkan makan berlebih-lebihan dan  sampai  perut menjadi  kembung atau kita menjadi muntah , atau misalkan kita kaya terus kita memakai segala aksesories yang bermerek dan memamerkanya kepapada teman atau saudara itu juga tidak disukai oleh Allah,  rata-rata di diindonesia sering tidak puas dengan apa yang dia punya, fisik yang dia punya kekayaan yang dia punya dll. Mereka hanya ingin lebih dan lebih,  misalkan Allah sudah menciptakan fisik seseorang dengan sempurna tetapi ada saja yang mengubah ciptaan Allah itu misalkan hidung dia pesek padahal tidak ada yang salah dengan hidung yang pesek karena dia mempunyai uang yang banyak dia pun mengoprerasi hidungnya agar lebih mancung. Saya kira apa yang dia lakukan itu tidaklah benar karena hidungnya masih berfungsi dengan baik kecuali jika hidungnya mempunyai penyakit misalkan ada tumor dihidungnya barulah itu boleh dioperasi, jika dia hanya mengoperasi hidungnya hanya untuk bergaya-gaya justru dia tidak menyukuri apa yang Allah berikan kepada dia.  Orang yang merasa dirinya bersifat qanaah hatinya akan tentram berbeda dengan orang yang tidak bersifat qanaah apapun akan dilakukanya untuk mendapatkan tujuanya agar dia berhasil,  misalkan jika dia ingin kaya dan mempunyai barang yang mewah dia bisa saja mencuri, menipu atau korupsi. Sampai dia belum cukup dan puas dengan  apa yang dia dapatkan. Dia pun akan melakukan segala hal agar keinginya tercapai dan pada ujungnya dia akan mendapatkan dosa dan dosa setiap apa yang dia perbuat. Ketahuilah bahwa apa apa yang kita perbuat terutama harta itu hanya sementara jadi lebih baik kita beramal saleh kepada orang agar harta kita itu bermanfaat kelak nanti diakhirat. Sebagai orang miskin pun kita harus bersifat qonaah dengan apa yang kita punya bukan hanya saja yang bersifat qonaah, bukan hanya karena dia mempunyai barang yang berlimpah dan dengan perhiasan yang mewah orang kaya saja yang bersifat qonaah, orang miskin juga harus bersifat qonaah karena dia harus rela Apa yang sudah Allah berika kepada dia janganlah iri atau sampai benci kepada orang kaya apalagi jika dia selalu mengeluh dalam hati “ ya Allah kenapa saya selalu miskin dan dia menjadi orang kaya” harusnya kita jangan  mengeluh tapi kita harusnya berusaha agar kita menjadi orang kaya , apapun caranya yang penting itu bersifat positif.

Tentang sikap qana’ah, Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidinmenyampaikan hadits dalam Shahih Muslimdan yang lainnya, dari Amr bin Al-Ash r.a Rasulullah SAW bersabda:  Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)

Jadi Apapun yang Allah berikan kepad akia, kita harus selalu memasrhakan diri kepada kita, dan janganlah kita merasa sombong dengan apa yang kita punya misalkan kita mempunyai uang yang banyak, harta yang berlimpah , dll karena ingatlah harta itu tidak  akan pernah dibawa mati yang hanya bisa dibawa mati yaitu hanya amal dan perbuatan. Jadi janganlah kita menghamburkan-hamburkan hanya demi kesenangan semata misalkan pergi kediskotik, mabuk-mabukan atau memakai ganja. Sungguh kesenangan yang tidak disukai oleh Allah alangkah baiknya jika kita mempunya uang lebih lebih baik kita pakai untuk bersedekah misalkan menyisihkan uang kita kepada orang yang membutuhkan, atau menabung diahri tua,  itu lebih bermanfaat darpada melakukan pekerjaan yang tidak berguna sepert yang saya sebutkan tadi diatas.

Dari Hakim bin Hizam r.a. berkata:
Bahwa Nabi SAW. bersabda: Tangan di atas adalah lebih baik dari tangan di bawah. Hendaklah kamu muliakan dengan orang-orang yang di bawah tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah ialah dari harta yang lebih (yang kamu atau orang di bawah tanggunganmu tidak memerlukannya). Barangsiapa yang menjaga kehormatan dengan tidak meminta-minta maka Allah akan memelihara kehormatannya. Barangsiapa yang tidak bergantung harap kepada manusia, maka Allah akan mencukupkan keperluannya. (Bukhari dan Muslim)

Jadi maksud diatas adalah lebih baik kita memberi kepada orang yang membutuhkan daripada orang yang meminta-minta, karena dengan memberi kepada orang yang membutuhkan Allah akan memelihara kehormatan kita, dan orang yang berusaha mendapatkan rezeki dengan bekerja itu lebih baik daripada kita harus meminta-minta.

Sesungguhnya rejeki itu sudah diatur oleh Allah jadi kita tidak usah mengeluh dengan apa yang orang lain punya, lebih baik kita bersyukur denga apa yang punya sebab jika kita bersyukur   insya Allah akan menambahkan rizki yang kita punya. Begitu pula jika kita memberikan sebagian harta kita kepada orang miskin atau orang yang membutuhkan,  janganlah dengan memberikan harta kita kepada orang miskin kita akan menjadi melarat atau miskin, justru Allah akan menambahkan nikmat kita tersebut.

Harusnya sebagai seorang muslim kita wajib mempunyai sifat qona’ah sebab jika kita mempunyai sifat qona’ah kita tidak akan menjadi serakah dan uang kita pun kita pakai hanya untuk kebutuhan kita saja, jangan kita pakai hanya untuk bersenang-senang sebab Allah tidak suka manusia seperti  itu,

 

Kalau saya perhatikan manusia itu hampir jarang sekali yang bersifat qonaah,kadang-kadang udah mempunyai yang banyak masih aja ingin bertmabha lagi dan lagi, akibatnya demi memuaskna hasrat yang dia inginkan misalnyam ingin belanja sepuasnya atau ingin bersenang-senang, akhirnya dia malah mencuri, dll. Atau jika dia berada di kantor dia akan korupsi.  Karena dia merasa uang yang atasan berikan kepadanya merasa kurang dengan apa yang dia inginkan, padahal kan buka demikian, harusnya jika dia sudah mendapat gaji yang dia dapat sebaiknya dia bersyukur, dan dia bersifat qonaah , mau menerima semua apapun yang diberikan kepadanya, janganlah kita selalu mengeluh kepada Allah dengan meminta harta yang lebih, tapi alangkah baiknya kita terima itu semua dengan senang hati dan gembira. Mungkin kadang-kadang manusia belum puas dengan gajinya karena kekurangan, harusnya dia bersabar dalam semua itu dan dia harusnya berusaha agar  uangnya tu dia gunakan dengan sebaik-baiknya.

Dengan sifat Qona’ah ini, orang akan selalu merasa bersyukur, sehingga mudah baginya untuk berbagi kepada orang lain dan dapat menghilangkan sifat serakah dalam hati.

Balasan yang Allah berikan kepada kita jika bersikap qonaah adalah kita akan merasakan kehidupan di dunia ini dengan baik.

Sebagaimana firman Allah ta’ala yang artinya:

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya  kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” [An-Nahl: 97].

Oleh karena itu qonaah adalah pekerjaan yang baik, pasti kita bisa mendapakan kehidupan yang lebih baik. Janganlah takut dengan kemiskinan justru kamu harus menghadapinya, bagaiman caranya agar kamu bisa sukses, janganlah kalian berfikir bahwa qonaah itu hanya untuk orang kaya saja tapi justru semua orang harus mempunyai sifat qonaah agar kehidupan ekonominya lebih baik dan apabila kita tidak menghambur-hamburkan harta kita ,lebih baik kita menabungnya untuk  masa depan yang lebih baik.  Jadi kiat seharusnya   bersifat qonaah janganlah kita bersifat serakah, yang hanya mau memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain, kita sesame muslim harus saling berbagi karena dengan berbgai hidup akan lebih indah, tenteram, dan damai.

Sekian dari saya mudah-mudahan artikel ini dapat berguna bagi saya dan pembacanya, wassalam…

 

 

HIDUP HANYA SEMENTARA

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya tapi Manusia sekarang ini jarang sekali yang mengingat Allah,  jalankan untuk mengingat Allah,  menjalankan perintah Nya pun sangat sulit dilakukan oleh manusia sekarang ini, seperti sholat, zakat, puasa ,dll. Manusia sekarang ini  biasanya hidup didunia hanya untuk bersenang senang saja,  sampai mereka melupakan pencipta mereka sendiri,  bahkan banyak manusia sekarang  bukan hanya melupakan penciptaNya tapi mereka tidak mengenal Allah SWT.  lihat saja banyak agama dimana-mana dan yang lebih parah lagi banyak yang tidak mempunyai agama, padahal kalau kita berfikir siapa yang menciptakan  mereka , apakah mereka diciptakan begitu saja tanpa proses yang panjang. Itulah manusia tidak ingin sulit maunya yang gampang-gampang saja dan bagi mereka yang tidak mempunyai agama mereka inginnya bebas,  tidak ada yang memerintahkan mereka karena beranggapan buat apa memikirkan agama, agama itu ribet, pusing, banyak aturan dll padahal tidak demikian justru agamalah yang menjadikan hidup kita lebih bahagia dan mengarah kepada kebaikan.

Manusia itu adalah makhluk yang lemah, dan tidak ada yang bisa menyaingi Allah SWT, sekalipun dia orang yang paling pintar didunia , manusia itu mempunyai sifat sifat yang berbeda-beda  ada yang baik, buruk, dll. Ada yang pintar dan ada yang bodoh,ada yang kaya  dan ada yang miskin. tapi kalau kita pintar perlukah kita bersifat sombong, apakah jika kita bersifat sombong Allah akan senang dengan kita, tentu tidak ?  justru Allah sangat membenci orang yang sombong, sepintar apapun kita pasti masih ada yang lebih pintar dari kita jadi kita tidak boleh sombong, sekalipun kita pintar tetap saja ada yang masih lebih pintar dibanding kita semua  yaitu Allah SWT. Dan  sepintar apapun kita tetap saja pintar itu tidak akan dibawa mati, karena hidup hanya sementara,  dan kita harus selalu ingat ilmu yang kita dapat pun tidak akan kita bawa mati, lebih baik ilmu itu kita salurkan kepada orang lain atau yang ingin belajar dengan kita, itu lebih baik karena pahala kita  akan mengalir dan mengalir selama manusia itu menggunakan ilmu kita tersebut lain halnya dengan orang yang pintar tapi dalam hal negatif contonya pintar mencuri, dll jika mereka menjarakan kepada orang lain justru malah dosa yang akan mengalir pada mereka.  Begitupun dengan kekayaan, biarpun kita kaya apakah kekayaan itu akan kita bawa sampai mati, tentu tidak ? memang mencari kekayaan di dunia itu sangat sulit  apalagi yang hidupnya dari dulu merasakan kekurangan  , untuk menjadi kaya itu memang sangat sulit semua manusia pasti ingin menjadi kaya, siapa coba yang tidak ingin menjadi kaya, justru jika kita ingin kaya kita harus selalu berusaha dan berdoa, berusaha itu membutukan usaha yang keras , ada memang manusia yang langsung kaya tapi  itu kan harta orang tuanya yang telah berusaha  menjadi sukses bukan anaknya ,anaknya itu hanyalah perantara bisakah dia menjaga amanah orang tuanya tersebut.  dan belum tentu juga  orang kaya itu selamanya kaya dan miskin pun sebaliknya, oleh karena itu kita harus berusaha . kekayaan yang kita dapatkan pun tidak akan kita bawa mati karena hidup kita hanya sementara, sekaya apapun kita tetap saja harta tidak akan kita bawa mati yang kita bawa hanyalah amal  kita saja, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita mati hanya Allah lah yang tau kapan kematian itu akan datang, siapa tau ketika baru merasakan kenikmatan didunia dengan harta yang berlimpah Allah mencabut nyawa kita dan kita belum merasakan  kekayaan kita tersebut, oleh karena itu  selain mencari kesuksesan didunia kita   harus mencari kesuksesan diakhirat  juga yaitu dengan menjalankan perintah agama kita tersebut, jadi  ibaratnya adalah mencari kesuksesan dengan mencari amal juga karena kita tidak akan pernah tau kapan Allah akan mencabut nyawa kita.

Banyak manusia sekarang suka berjudi, miras , dll. Apakah perbuatan seperti itu diajarkan oleh agama, yang  jelas perbuatan itu sangat dialrang oleh agama, oleh karena itu masih banyak orang tua yang belum mengajarkan agama kepada anaknya, atau anaknya itu telah terpengaruh oleh orang-orang disekitar lingkunganya atau pergaulanya.  Dan banyak anak sekarang tidak mau mempelajari  agama,  yang mereka butuhkan hanya kesenangan dan kepuasan tanpa memikirkan akhirat, apakah mereka tidak tahu kehidupan didunia ini hanya permainan dan dan kehidupan sejati hanya diakirat yang kekal untuk selamanya.

 وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُون

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Surah Al-An’Am ayat 32)

Dari ayat Alqur’an diatas dijelaskan bahwa dunia itu hanya permaian oleh sebab itu kita harus mencari tujuan akhir kita nanti yaitu akhirat,  dengan cara menjalankan perintah allah.  karena kalau ilmu akhirat kita baik insya Allah ilmu dunia pun akan membawa kita kepada kebaikan,  dan jika kita hanya mengejar ilmu dunia saja semua pekerjaan yang kita lakukan akan jadi sia-sia, dan jika kita hanya mengerjakan ilmu akhirat saja kita pun akan tertinggal oleh jaman, oleh karena itu kita harus menyeimbangkan antar keduanya.

Memang hidup didunia itu ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan, dikala saatnya orang-orang berputus asa karena kegagalan dunianya akhirnya banyak orang ang yang melakukan bunuh diri, padahal bunuh diri itu adalah salah satu hal yang tidak disukai oleh Allah karena dia sama saja  lari dari kenyataan dan kematianya karena dia sendiri.  padahal kematian itu sudah ada yang mengaturnya yaitu Allah SWT, kita tahu bahwa kematian itu hanya sementara tapi kita jangan sampai bunuh diri hanya karena kita kita putus asa, kecewa, dll lebih baik dimasa hidup kita yang hanya sementara itu harusnya kita berpikir bagaimana caranya mendapatkan bahagia di dunia dan akhirat walaupun menjalankan perintah itu sangat susah karena dibutuhkan iman yang kuat dan kerja keras, tapi jika kita berusaha suatu saat pasti kita akan mendapatkanya. hidup hanya sementara itu bukan berarti kita harus berfoya-foya, berjudi, atau hal yang lainya, mungkin banyak orang yang berkata dalam hati” ngapain saya harus bekerja dan beribadah mungkin nanti saja kalau saya sudah tua” padahal kenyataanya kita kan tidak tahu kapan Allah akan menjemput nyawa seseorang yang jelas kita harus siap jika suatu saat allah akan menjemput nyawa kita . oleh karena itu perbaikilah ibadah kita kepada Allah dan gunakanlah sisa waktu yang diberikan oleh Allah dengan hal yang baik-baik.

Kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia sbenarnya hanya untuk sementara, oleh karena kenikmatan itulah manusia lupa akan tuhanya, dan melupakan yang namanya dunia akhirat. Padahal nikmat didunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan nikmat diahkhirat, diakhirat itu adalah nikmat yang sangat banyak, dan oleh karena itu pula kenikmatan itu yang membuat manusia menjadi orang yang tidak bersyukur seperti dalam ayat  al-qur’an  dibawah ini:

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 14 : 7)

Sudah jelas ayat diatas bahwa  jika kita bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan  Allah akan menambahkan  nikmat kita,  misalkan kita mendapat rejeki yang sedikit kita harusnya bersyukur bukan mengeluh, putus asa, atau marah karena Allah tidak suka perbuatan tersebut.

dan seperti dalam ayat  Alqur’an di bawah ini:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran, 3 : 145)

Pastinya semua manusia pasti akan mati dan tergantung amal kita saja yang menentukan apakah kita akan menajdi orang yang bersyukur atau orang yang kufur, yang jelas jika kita bersyukur Allah akan memberikan Pahala yang setimpal denga rasa syukur kita.

Menjaga Lidah

Allah menciptakan manusia dengan sempurna yaitu mempunyai tubuh yang lengkap, dan berbagai macam-macam ragamnya, manusia itu mempunyai 5 indera dan salah satu satunya adalah mulut, di dalam mulut terdapat lidah yaitu alat untuk merasakan dan mengucapkan kata-kata, setiap manusia pasti mempunyai lidah kalau dia tidak mempunyai lidah tentu dia tidak akan bisa berbicara.lidah adalah satu yang harus kita jaga dan diergunakan dengan baik. Kenapa kita harus menjaga lidah kita?, kita harus menjaga lidah kita sebab lidah itu lebih tajam daripada pisau,  maksudnya adalah jika lidah kita itu menyakiti hati orang lain.  Lidah itu sebenarnya di gunakan untuk berbicara mengenai hal-hal yang baik atau perbuatan – perbuatan yang baik, akan tetapi manusia sekarang ini lebih banyak menggunakan ucapan mereka dengan ucapan-ucapan yang tidak baik atau yang bersifat negatif. Salah satunya kejelekan lidah adalah dengan menjelek-jelekkan sesama muslim, atau membuka aib seseorang. Lidah juga bisa menyebabkan pertengkaran kerena ucapan mereka saling menjelek-jelekkan dan saling menghina, yang pada akhirnya mereka berantem dan bermusuhan. Lidah juga bisa menyebabkan terputusnya tali silaturahmi karena  jika mereka bermusuhan otomatis akan menyebabkan tali silatruahmi mereka akan putus.lidah juga bisa menyebabkan dua orang mempunyai kesalahpahaman yang disebabkan oleh orang ketiga yaitu yang tadinya mereka berdua baik-baik saja tapi ketika ada yang tidak senang dengan mereka, maka orang yang tidak senang tadipun mengadu domba kedua belah pihak tersebut, yang pada akhirnya mereka berdua pun terpecah belah.  Lidah itu memang berbahaya jika tidak digunakan dengan sebaik-baiknya. Lidah itu adalah salah satu penyebab permasalahan yang paling utama di dunia ini , karena lidah itu selain menghancurkan persahabatan atau tali silaturahmi lidha juga bisa menyebabkan pembunuhan dan lain-lain. 

Sakit hati adalah salah satu termasuk perbuatan yang berasal dari lidah, karena lidah itu memang bisa menyebabkan sakit hati seseorang, rasa sakit  hati itu timbul karena masih ada rasa yang tidak enak dalam hati kita atau masih ada yang mengganjal dari hati kita, itu semua karena ucapan yang menyakiti hati  orang tersebut. Dan rasa sakit hati itu susah untuk dihilangkan , jika rasa sakit hati tersebut masih terbayang-bayang atau masih memirkan perkataan orang tersebut. Biasanya manusia di dunia ini hampir pernah merasakan sakit hati, orang yang tidak sakit hati biasanya adalah orang yang kuat dan selalu menyerahkan semuanya kepada Allah dan dlam hari mereka tersebut biar Allah saja yang membalasnya kelak, orang yang bersabar memang sangat disayangi oleh Allah tapi kadang Rasa sabar itu akan berubah menjadi marah jika jika dia tidak menjaganya dengan baik-baik.

Sebenarnya lidah itu tidak selalu bersifat negatif, lidah itu juga bisa bermanfaat jika di gunakan dengan sebaik-baiknya,. Salah satunya adalah untuk berbicara mengenai tentang ilmu pengetahuan, saling bersilatuahmi atau saling tutur sapa kepada muslim yang lain, bayangkan jika kita kita tidak pernah berbicara atau tutur sapa kepada orang lain, mungkin kita akan dikatakan sombong atau egois.

Bohong juga termasuk salah satu dari lidah atau ucapan. Yang namanya bohong pasti selalu bersifat negatif, bohong itu adalah salah satu satu kejahatan yang berasal dari lidah kita atau ucapan kita untuk menutupi kesalahan kita.  Manusia sekarang ini lebih pintar menyembunyikan kebenaran, kita bisa lihat sekarang kebohongan itu sudah terjadi dimana-mana, termasuk dalam diri kita sendiri. Biasanya kebohongan itu akan mengikuti sifat seseorang jika dia suka berbohong suatu saat juga pasti akan terbukti, seperti pepatah mengatakan” sepandai-pandainya bangkai disimpan pasti akan tercium juga” . dan bohong itu adalah dosa walaupun bohongnya itu hanya bohong kecil. Kebohongan itu bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Kebongan yang besar yaitu seperti korupsi, kenapa korupsi menjadi kebohongan yang besar yaitu karena merugikan diri sendiri dia juga merugikan banyak orang, disisi lain dia akan menjadi kaya dan disisi lain juga orang lain akan merugi, seperti di indonesia ini, begitu banyak orang  yang melakukan korupsi, dari orang yang kecil sampai orang yang jabatanya besar. Korupsi itu biasanya timbul dari sisi ekonomi, seseorang akan korupsi karena dia ingin mempunyai uang yang banyak dan berlimpah. Mungkin kita selalu menyalahkan pejabat-pejabat yang korupsi, padahal siapa sih orang yang tidak tergiur dengan uang, semua orang pasti membutuhkan uang, coba suatu saat kita berada di posisi yang sama mungkin banyak orang yang akan melakukan hal yang sama tapi yang jelas adalah supaya kita tidak korupsi yaitu ketika kita ingin korupsi kita harus selalu ingat Allah, kita harus sadar bahwa masih ada Allah yang melihat kita dan apa yang kita perbuat adalah hal yang dibenci Allah. Dan kita harus ingat bahwa rezeki itu sudah diatur oleh Allah SWT jadi sedikit banyaknya kita harus bersyukur sebab Allah akan memberikan nikmat yang banyak kepada orang yang besyukur. Slah satu agar kita tidak korupsi yaitu kita harus ingat bahwa jika kita mengambil uang seseorang yang bukan haknya uang itu tidak akan menjadi berkah dalam kehidupan kita.

Seperti dalam hadist berikut

“Kemudian beliau bersabda, “Inginkah kuberitahukan kepadamu penegak dari semua amalan itu?” aku (Muadz) menjawab, “Mau wahai Rasulullah.” Maka beliau memegang lidahnya seraya bersabda, “Tahanlah ini,” aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami betul-betul akan disiksa akibat ucapan kami?” beliau menjawab, “Kasihan kamu wahai Muadz, apakah ada yang menjerambabkan manusia di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka kecuali buah dari ucapan lisan-lisan mereka?!” (HR. At-Tirmizi no. 2616 dan dia berkata, “Hadits hasan shahih.”)

  Dalam hadist diatas di sebutkan bahwa Allah akan menyiksa manusia yang dalam hidupnya penuh dengan ucapan-ucapan yang tidak baik atau orang yang selalu berucap jelek semasa hidupnya, contohnya orang yang suka membicarakan  aib orang, menghina orang, dan orang yang selalu membuat pertikaian sesama manusia. Mereka akan disiksa sesuai dengan apa yang mereka perbuat selama hidup di ini.  

 

Allah Ta’ala berfirman:

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً

 “Dan janganlah kamu bersikap pada apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (QS. Al-Isra`: 36)

Dari firman diatas bahwasanya Semua yang kita lakukan akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT, dan nantinya yang akan berbicara bukan mulut kita melainkan semua anggota badan kita pun akan ikut berbicara, jadi berhati-hatilah kita dalam berbuat sesuatu dan jauhkanlah kata-kata kotor dan perbuatan jahat

Rasulullah pernah mengingatkan untuk berhati-hati menjaga lisan. Karena lisan jauh, jauh lebih tajam dibandingkan pedang. setiap perkataan kita akan selalu di dengar oleh Allah, dan akan mengabulkan setiap doa dari umatnya, jadi marilah kita berdoa yg baik dan positif dengan perkataan lisan dan hati kita. Dan janganlah kita selalu berdoa kepada kejelekan misalnya berdoa kepada Allah agar orang itu sakit atau meninggal atau yang lain-lain sebab Allah hanya akan mendengar Ucapan yang baik dan bermanfaat.

kadang memang mulut kita suka berbicara dengan keterusan atau tidak bisa dijaga, akan tetapi oleh karena itu pergunakanlah mulut kita dengan sebaik-baiknya, seperti membicarakan tentang ilmu pengetahuan, berbicara dengan pembicaraan yang menguntungkan dan tidak menyakiti hati orang lain. Biasanya anak-anak sekarang jika berkumpul dengan temanya akan membahas tentang dunia mereka, misalkan kalau kumpulan cowok tidak akan jauh dengan cewek dan kumpulan cewek tidak akan jauh dari gosip-gosip artis ataupun cowok-cowok mereka atau berbicara tentang fashion-fashion sekarang. Jarang  yang membicarakan tentang agama, paling kalau berbicara agama kebanyakan hanya di majlis ta’lim atau pengajian dan rohis, banyak sekali memang manusia sekarang  jauh dari agama , kita bisa lihat sekarang banyak orang dewasa yang belum bisa membaca al-qur’an , itulah pergaulan, dimana pergaulan yang baik akan bergaul yang baik juga tetapi kalau pergaulan yang jelek akan bergaul dengan yang jelek juga.

Oleh sebab itu jagalah lisan kita dengan sebaik-baiknya, gunakanlah lisan kita hal yang bermanfaat, jika teman kita sedang membicarakan tentang hal yang tidak penting atau membicarakan aib seseorang alangkah baiknya kita pergi, janganlah kita meneladeninya, jika kita meneladeninya kita akan terbawa dengan apa yang dia ucapkan dan ujung-ujungnya hanya dosalah yang kita dapat.

 

IDUL FITRI

Bulan puasa baru saja kita lewati, dan idul fitri pun sudah  kita laksanakan. Tidak terasa bulan puasa begitu cepat dan idul fitri pun begitu  cepat. Tapi apakah kalian tahu, apakah makna idul fitri yang sesungguhnya. Idul fitri adalah kembali kepada kesucian.  seperti bayi yang baru lahir, kita itu diibaratkan seperti kertas yang  masih bersih, yang belum di kotori oleh pulpen, pensil, atau penghapus. .Dalam surat Al-A’raf ayat 172 Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu Mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah Mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya Berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami Lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini,”.

Pada ayat diatas menjelaskan bahwa pada dasarnya semua manusia itu lahir dalam keadaan islam tapi, dari orang tuanya lah yang menyembabkan mereka menjadi non muslim dikarenakan oleh faktor lingkungan dan adat-istiadat yang sudah ada sejak jaman nabi-nabi terdahulu

Biasanya sebelum takbiran orang tua akan sibuk dengan membuat kue, membeli baju baru, dll dan anak-anak serta orang dewasa  mengumandangkan takbir. Mereka bergembira karena hari kemenangan itu telah datang. Yaitu karena kita sudah berpuasa selama sebulan penuh. Setelah gema takbir berkumandang, pada pagi harinya kita bersiap-siap untuk mandi, setelah itu disunahkan untuk makan dahulu sebelum sholat , berbeda dengan idul adha kalau idul adha kita disunahkan untuk makan setelah sholat. Seperti dalam hadits berikut :

hadits dari Buroidah, bahwa beliau berkata: “Rosululloh dahulu tidak keluar (berangkat) pada saat Iedul Fitri sampai beliau makan dan pada Iedul Adha tidak makan sampai beliau kembali, lalu beliau makan dari sembelihan kurbannya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah, sanadnya hasan).

Setelah makan biasanya kita langsung ke mesjid, tapi adapula yang sungkeman dahulu kepada keluarga mereka. Yaitu satu keluarga saling maaf-memaafkan yang mempunyai kesalahan diantara mereka. Setelah itu barulah kita memulai sholat id yang diakhiri dengan ceramah seorang ustadz. Setelah selesai sholat bisanya kita saling maaf memaafkan kepada tetangga kita, orang lain, bahkan non muslim sekali pun. Karena sekalipun mereka non muslim siapa tahu kita pernah berbuat salah  kepada mereka, yang sengaja maupun yang disengaja. Apalagi saya yang hidup di keluarga batak, banyak saudara yang beragama kristen jadi kita harus saling toleransi agar tidak terjadi pertikaian. Menurut saya manfaat dari idul fitri adalah salah satunya menjaga silaturahmi, yang dahulunya bermusuhan dengan adanya idul fitri jadi berbaikan. Setelah itu menghilangkan dendam, yang dahulunya dia dendam tapi  setelah idul fitri dendamnya insya Allah akan hilang.  Sebenarnya di dalam idul fitri bukan berarti semuanya seperti harus baru, seperti baju baru atau semuanya yang serba baru. Tetapi memang itu disunahkan oleh Allah agar kita terlihat bagus. Karena yang paling penting tuh sebenarnya bukan baju barunya tapi saling memaafkan dan silaturahminya itulah yang penting.

Setiap negara dari belahan di dunia pasti merayakan idul fitri, dan pastinya cara merayakanya pun berbeda-beda. Seperti di indonesia, biasanya orang indonesia itu sebelum menjelang lebaran  mereka itu pulang kampung, mereka pulang kampung karena mereka ingin bertemu keluarga, saling bersilaturahmi, saling kumpul-kumpul, dan saling minta maaf-memaafkan. Dikarenakan mereka tidak bisa setiap hari berkumpul. Dan juga mereka sudah mempunyai kesibukan masing-masing satu sama lain dan waktu bertemu keluarga pun sangat sedikit.  Itu bagi yang masih mempunyai keluarga. Terus bagaimana jika dia tidak mempunyai keluarga lagi, atau mungkin orang tua sudah meninggal, saudara tidak ada , dan hanya sebatang kara tinggal di dunia ini. Mungkin menurut saya, sebaiknya dia berdoa kepada Allah, agar orang tuanya bisa bahagia disana dan dihapuskan dosa-dosa orang tuanya yang telah dia perbuat selama mereka hidup di dunia ini. Atau dia bisa pergi kemakam orang tuanya. Apalagi disaat-saat sebelum idul fitri banyak sekali orang  yang berziarah ke makam sanak keluarganya. Biasanya mereka membersihkan makamnya lalu mereka mendoakanya.

Setelah idul fitri, biasanya kita masih kembali kepada kebiasaan masing-masing, tapi alangkah baiknya jika setelah idul fitri kebiasaan yang buruk itu di buang, misalkan kebiasaan merokok, miras, atu yang lain-lain.  Karena makna idul fitri itu sendiri adalah agar kita bisa memperbaiki hidup kita sebelumnya, jangan kalian beranggapan bahwa “ idul fitri udah selesai, berarti dosa saya juga udah ilang, soalnya kan kalau kita idul fitri, kita sudah tidak punya dosa,  seperti bayi yang baru lahir”. Memang benar , tapi soal dosa hanya Allah yang tau dan kalo pun memang dosa sudah di hapuskan apakah kita bisa merayakan idul fitri di hari yang akan datang, soalnya kematiaan seseorang itu kan tidak ada yang tahu, dan belum tentu dia masih bisa merayakan hari raya idul fitri dimasa yang akan datang. Saya yakin dosa itu memang pasti ada tapi setidaknya kita dengan cepat-cepat mengingat Allah dengan membaca astagfirullah. Apalagi dosa besar jangan sampa kita terulang lagi, dihari setelah kita lebaran ini.

Jika dilihat dari segi waktu, kadang-kadang kita ingin merasakan puasa lagi,  karena jika tidak ada puasa pasti tidak ada lebaran, dan lebaran itu cepat sekali, oleh karena itu manfaatkanlah waktu kita  dengan sebaik-baiknya agar kita bisa bertemu lagi di hari raya idul fitri yang akan datang selanjutnya.

Sedikit berbagi cerita dengan kehidupan saya, dulu kalau dikampungku, merayakan hari raya idul fitri bukan seperti dalam jakarta ini, biasanya dulu dikampungku, kita itu merayakan hari raya idul fitri di mesjid, kenapa kita merayakan hari raya idul fitri dimasjid, karena selain jumlah muslim yang sedikit, kita pun tidak masak, paling kita masak Cuma buat makan saja. Dan kita pun hanya  makan-makan hanya dimesjid saja, soalnya banyak yang nyediain makanan di masjid tempat kami. Pengalaman yang saya rasa sangat berbeda sekali dengan kota yang saya tempati  ini. Disini semua umat islam sudah menyediakannya sebelum hari raya idul fitri, dan disetiap rumah-rumah juga udah pasti ada kue, opor, dll. Kecuali yang masih dikalangan yang masih ekonominya rendah. sebenarnya itu bukanlah hal yang terpenting untuk hari raya, mungkin itu adalah rasa suka cita mereka, karena  sudah melakukan puasa selama satu bulan penuh, dan mereka gembira karena mereka sudah dapat melawan semua hawa nafsu itu. Jadi yang terpenting dalam hari raya idul fitri adalah Rasa kebersamaan dan saling maaf-memaafkan pada hari raya idul fitri. Itu adalah hal yang paling terpenting dalam hari raya fitri. Dan salah satu yang buat aku senang adalah dapat THR ( tunjangan Hari raya ), saya tidak munafik jika saya dulu suka mendapat uang THR. Dan saya pun yakin  dan orang lain juga pasti ingin mendapatkan itu apalagi anak-anak yang masih kecil. Tapi itu dulu sekarang, saya justru yang meberikan THR kepada Saudara-saudara saya.

Hidup itu adalah pilihan, setelah kita lebaran harusnya kita bisa memilih jalan mana yang akan kita tuju, jalan kebaikan kah atau jalan maksiat, hanya saja dalam kehidupan ini pasti banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus kita hadapi, itulah Allah mengapa menguji kita apakah lebaran ini lebih baik daripada lebaran yang kemarin atau sebelumnya, jika lebaran ini iman kita lebih baik daripada lebaran yang sebelumnya maka pertahankanlah dan tingkatkanlah iman itu, jika lebaran kali lebih buruk daripada lebaran sebelumnya maka perbaikilah .  dan jangalah kita terjerumus kepada maksiat lagi sebab untuk melakukan suatu kebaikan itu susah , dan untuk melakukan kejahatan itu sangat gampang sekali. Tapi jika kita niat dalam hati bahwa lebaran kali ini harus lebih baik dari lebaran sebelumnya , insya Allah akan meluruskan jalan kita tersebut untuk dapat mengahrap ridho dari Allah SWT.

Sekian dari saya , mudah-mudahan artikel  ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Dan maaf jika ada salah-salah kata dari saya , karena saya juga masih dalam tahap belajar, manusia itu pasti ada kata yang salah dan hanya Allah lah yang Maha sempurnya,.

TAUBAT

Tahukah kamu apakah arti taubat itu, dan taubat yang benar itu seperti apa sih, dalam konteks ini saya akan menjelaskan tentang taubat.

Taubat adalah kembali, kembali dalam maksud yaitu kembalinya kita ke jalan yang benar   dengan melakukan kegiatan yang baik dan terpuji dengan tidak mengulangi lagi  dosa yang telah kita perbuat sebelumnya, walaupun kita tahu bahwa setiap manusia itu tidak luput dari dosa, tapi setidaknya kita bisa mencegahnya  karena kita sudah mempunya niat dalam hati untuk tidak mengulanginya, insya allah perlahan-lahan pasti kita akan bisa menghilangkan dosa tersebut. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallampernah bercerita tentang kisah Nabi Adam, beliau mengatakan, “Adam telah melanggar larangan Allah, maka anak keturunannya pun juga akan melanggar larangan Allah. Adam telah lupa, maka anak keturunannya pun juga akan lupa. Adam telah berbuat dosa, maka anak keturunannya pun juga berbuat dosa (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

Misalkan ada seorang Pemuda suka mencuri, karena dia keseringan mencuri dia pun tersadar, bahwa perbuatan dia adalah dosa dan dia tidak mau menambah dosa yang terus menerus mengganjal pikiranya, oleh karena itu dia akhirnya bertaubat walaupun di awalnya berat

Taubat yang diterima Allah yaitu Taubat Nasuha atau taubat yang sesungguhnya,  dia tidak hanya mengucapkannya didalam lisan tapi dia juga mengerjakan apa yang dia katakan, kadang-kadang ada juga orang yang taubatnya hanya taubat sambel, yaitu tobat yang hanya dimulut saja akan tetap dia kembali kejalan itu lagi alias kembali kepada maksiat.

Sebenarnya taubat dapat dilakukan kapan saja, tetapi alangkah lebih baik jika taubat tersebut dilakukan secepatnya jangan terlalu menunda-nunda waktu, karena kita tidak pernah tahu sewaktu-waktu allah bisa saja mencabut nyawa kita sebelum kita bertaubat . sebagian dari orang yang melakukan perbuatan tercela, seperti berzina, minum-minuma keras, dan sebagainya biasanya banyak suka menunda-nunda waktu dalam bertaubat, mereka merasa umur mereka masih muda, dan dalam hati mereka berkata” ngapain saya bertaubat sekarang tanggung ah nanti aja kalau sudah puas atau kalau saya sudah capek seperti ini baru saya taubat ” mungkin mereka berkata seperti itu. Memang terserah mereka ingin taubat dari maksiat tersebut apa tidak yang jelas mereka kan tidak tau kapan mereka meninggal, kan orang meninggal itu tidak tau kapan dia meninggal, mungkin kalau dia tau dia akan meninggal dia akan cepat-cepat bertaubat pada hari itu juga .

Jika kita berbuat salah kepada Allah insya Allah, Allah akan memafkan  kita sebesar apapun dosa yang kita perbuat kecuali bagi orang yang kafir, murtad, dan bagi orang yang musyrik. Tetapi jika kita berbuat salah kepada orang lain, kita harus minta maaf kepada orang yang bersangkutan yang pernah buat mereka sakit hati terhadap kita. Memang manusia itu sudah ada yang memaafkan dosa dia tersebut tapi ada juga yang masih sakit hati akibat perbuatan kita tersebut, misalkan jika kita suka menghina orang, dan orang itupun merasa sakit hati terhadap kita karena dia tidak terima apa yang kita lakukan,  sebaiknya kita harus cepat-cepat minta maaf kepada orang tersebut dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Apabila orang tersebut tidak memaafkan kita harus tetap berusaha agar dia bisa memaafkan kesalahan kita.

Jika kita berbuat dosa kepada yang tidak disengaja lebih baik kita cepat-cepat beristigfar, istigfar yaitu dengan menyebut nama Allah dan langsung meminta maaf kepada Allah Swt. Memang dalam kehidupan ini banyak sekali kesalahan yang kita buat dan setiap manusia pasti mempunyai itu. Dalam hidup pasti ada yang namanya keterpaksaan misalkan jika seseorang itu ingin mencari makan, karena dia mencari pekerjaan tidak dapat dan pada akhirnya dia pun mencuri, karena dia merasa sudah putus asa, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi hanya untuk menutupi perutnya yang kekosongan.

Syarat taubat itu ada tiga yaitu (1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya. Menyesal dalam taubat adalah dia merasa telah melakukan banyak dosa yang dia perbuat dan dia pun tidak ingin melakukan dosa tersebut lagi.  Yang kedua adalah kita merasa kita harus segera mengakhiri dosa yang kita perbuat dan kembali kepada jalan yang benar, dan yang ketiga adalah kita harus niat dalam hati bahwa kita tidak boleh mengulangi n tersebut.

AllahSWT  adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Penyayang bagi orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya dengan ikhlas dan tulus. Kita wajib meyakini hal ini dengan keyakinan yang kokoh. Namun jangan sampai kita lupakan , bahwa Allah sangat kersa siksaanya bagi yang yang durhaka kepada Allah SWT . Dengan berbekal keyakinan inilah, niscaya akan tumbuh rasa takut dalam hati seorang hamba. Rasa takut terhadap siksaan dan ancaman dari Allah. Dan akan berkembang rasa harapan terhadap janji ampunan dan pahala dari Allah.

sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun telah bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla, akan menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke kerongkongannya (baca: sakaratul maut)” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Hasan).

Dari hadist tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa kalau kita bertaubat sebelum kiamat datang maka Allah akan menerima Taubat kita dan Allah juga insya Allah akan menerima taubat kita jika kita masih hidup akan tetapi ketika ketika kita sedang dicabut nyawanya oleh malaikat izroil dan kita bertaubat sesudah sampai kerongkongan maka taubat kita pun tidak akan diterima

  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ يَوْمَ لاَ يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ                                                                                                                          

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb-kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari, ketika Allah tidak menghinakan Nabi, dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb-kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.” – (QS.66:8)

Dengan bertaubat, insya kita akan masuk surga asalkan kita tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi dan kita kembali ke jalan Allah dengan benar, dengan bertaubat hendaknya kita bisa menjadi orang yang bertakwa yaitu menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah dan menjalankan perintah  Allah dengan Sebaik-baiknya. Kita harus niat didalam hati bahwa kita mencintai Allah dengan Sepenuh hati dan tidak setengah-setengah , Misalkan kita hanya menjalankan sholat lima waktu hanya 2 kali dalam sehari, padahal Allah sudah mewajibkan kita untuk sholat waktu 5 kali dalam sehari-hari. Pekerjaan yang dikerjaan dengan setengah-setengah tidak akan selesai. Begitu juga taubat, kalau taubat hanya dilakukan dengan setengah-setengah suatu saat pasti kembali ke jalan maksiat itu lagi. Memang setan selalu menggoda manusia untuk selalu berbuat maksiat, tetapi jika kita mengingat Allah, yaitu mengingat bahwa perbuatan itu adalah dosa, maka kita akn menjauhi perbuatan maksiat tersebut.  Didalam hidup ini memang lebih banyak orang yang maksiat daripada orang  yang beriman, dan itu semua memang pekerjaan dia  . setan itu akan selalu menggoda manusia sampai kita berbuat maksiat , dan setan akan merasa senang jika dia berhasil menggoda kita kepada jalan yang salah, oleh karena itu pasti kita berbuat dosa dan mungkin untuk dosa yang kecil yaitu dosa yang tidak disengaja kita bisa mengucapkan astagfirullah, akan tetapi untuk dosa yang besar kita harus bertaubat. Kita tidak bisa hanya mengucapkan astagfirullah karena dosa itu sudah besar makanya kita harus bertaubat.

وَالَّذِيْنَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوْا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلىَ مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ* أُوْلَئِكَ جَزَاءُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِيْنَ

“Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan yang keji atau mendzolimi diri mereka sendiri, lalu mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun atas perbuatan dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Kemudian mereka tidak mengulangi perbuatan dosa mereka sedangkan mereka mengetahui. Mereka itulah akan mendapatkan ampunan dari Rab mereka dan surga-surga yang megalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.” (QS. 3:135-136)

 

 

BULAN RAMADHAN

 

Bulan Ramadhan menurut Saya adalah Bulan yang Penuh berkah dan Paling banyak dinanti-nanti oleh umat muslim,  karena bulan ramadhan hanya datang sebulan  dalam satu tahun.  jadi wajar saja jika banyak orang yang menanti-nantikanya.  Seperti dalam hadist berkata “ barang siapa yang dengan senang  hati menyambut Bulan ramadhan maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka”  tapi  pertanyaanya  apakah  hanya jika kita hanya bersenang-senang dengan menyambut bulan ramadhan kita akan masuk surga  namun  kita tidak melaksanakan perintah Allah swt.  Yaitu seperti  Puasa, sholat dll. Sebenarnya saya tidak tahu menahu soal itu tapi yang jelas  Allah yang akan  menentukan apakah kita akan masuk surga atau neraka, karena hanya amal dan perbuatan kitalah yang akan membawa kita ke dalam surga.  Banyak yang berkata bahwa ramadhan hanya menahan lapar dan haus, padahal menurut saya ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus tapi ramadhan juga  melawan hawa nafsu misalnya seperti kita suka marah,dendam ,dll.  Tapi dengan ramadhan ita bisa menjadi lebih sabar dan kuat menghadapi cobaan yang Allah berikan.seperti dalam cerita saya di bulan ramadhan kadang saya masih suka marah dan tidak bisa menahan  emosi.  Kadang saya juga merasakan beratnya menahan  haus dan lapar apalagi setelah berolahraga rasanya ingin minum karena sangat haus dan akhirnya kita hanya bisa sabar dan menunggu sampai waktunya tiba.dan apalagi kalau temen kita yang non muslim atau wanita sedang datang bulan, mereka makan didepan kita dan kita pun ingin makan seperti dia, jadi itulah gunanya kesabaran pada bulan ramadhan.  Kadang memang dibulan ramadhan membuat orang malas bekerja karena mereka merasa tidak punya energy untuk melakukan aktivitas , akhirnya mereka pun tertidur.  Tidur dibulan ramadhan itu sebenarnya mendapatkan pahala tapi apakah denga tidur dari terbit matahari sampai terbenam matahari itu mendapat pahala,  harusnya pada bulan ramadhan jangan hanya tidur saja walaupun stamina kurang, harusnya kita lebih banyak membaca al-qur’an , berbuat kebaikan kepada sesama,  dan lebih banyak beramal kepada fakir miskin atau orang yang membutuhkan. Kenapa kita harus banyak-banyak melakukan amal kebaikan pada bulan ramadhan karena melakukan suatu kebaikan pada bulan ramadhan maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah swt.  Yang tadinya pahala pada bulan misalkan hanya dua maka pada bulan ramadhan allah akan menambahkanya menjadi 4.  

Seperti dalam surat al-baqarah ayat 183 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertakwa” (QS. Al Baqarah: 183)

Dalam surat diatas bahwa orang-orang beriman wajib berpuasa,  kenapa Allah tidak menuliskan wahai orang-orang muslim pada surat diatas. Karena orang muslim itu banyak tapi hanya sedikit yang patuh dan taat pada aturan Allah swt . jadi, orang yang ebriman diatas adalah orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang masih mau menuruti apa perintah Allah dalam ayat tersebut.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ

Bulan Ramadhan adalah bulan bulan diturunkannya Al Qur’an. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” (QS. Al Baqarah: 185

Dalam Bulan Ramdhan mencari amal yang sebanyak-banyaknya adalah keuntungan buat kita, salah satunya dengan membaca al-qur’an  setiap harinya. Kenapa kita disunahkan  membaca al-qur,an setiap hari pada bulan ramadhan, karena bukan hanya al-qur’an diturunkan pada bulan ramdhan tetapi  kita akan lebih memahami tentang a-qur’an dan pastinya Allah pun akan melipat gandakan pahalanya untuk kita pada hari-hari sebelumnya. Pada malam pertengahan ramadhan ada yang disebut malam lailatul qadar yaitu malam seribu bulan dimana malam itu lebih baik dari seribu bulan. Keutamaan malam lailatul qadar salah satunya adalah:

نَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ (3) فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ (4)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (QS. Ad Dukhan [44] : 3-4).

Jadi malam lailatul qadar tersebut adalah malam yang penuh dengan hikmah yaitu malam yang penuh dengan kemuliaan untuk itu disunahkan kepada kita untuk membaca ala-qur’an.

Sebagai umat muslim saya sendiri pun merasa bahagia datangnya bulan ramadhan kenapa? Selain datangnya hanya sebulan sekali tetapi bulan ramadhan pun banyak  kejadian yang hanya saya rasakan yang datang hanya pada bulan ramadhan misalkan sahur,  sahur hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja. Begitupun dengan berbuka puasa dan sholat tarawih.  Sholat tarawih itu adalah solat yang  hanya dilakukan pada bulan ramadhan saja, sebenarnya sholat tarawih itu adalah sunah muakkad, yaitu sunah yang dianjurkan akan tetapi sebagai umat muslim kita wajib melaksanakanya. Kenapa kita harus melaksanakannya,  karena selain sholat tarawih hanya datang sekali sholat tarawih adalah gudang pahala. Gudang pahala yaitu banyak sekali pahala yang kita dapat pada shalat tarawih tersebut.

Kita sebagai umat memang wajib menjalani puasa tapi ada juga yang tidak wajib  menjalani puasa yaitu laki laki dan perempuan yang belum balik artinya kalau si laki-laki belum pernah mimpi basah sedangkan perempuan belum pernah haid, selain itu adalah nenek2 dan kakek yang sudah tidak mampu lagi mnejalani puasa, serta orang gila dan musafir. Adapun pengganti dari puasa yang tidak mampu diatas yaitu :

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan (puasa), maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. Al Baqarah: 184)

Sudah jelasa tertulis pada ayat tersebut kalau kita sakit kita bisa berbuka, tapi kita harus menggantinya sebanyak berapa kali kita meninggalkan puasa tersebut. dan menggantinya itu biasanya pada hari-hari setelah lebaran. Dan tidak boleh pada saat lebaran. Kenapa pada saat lebaran itu diharamkan oleh Alllah SWT.

Diantara pahala yang dapat kita ambil pada bulan ramadhan salah satunya yaitu  I’tikaf. Tahukah kamu apakah I’tikaf itu?,  I’tikaf adalah berdiam diri didalam masjid yang dilakukan secara sukarela semata-mata untuk mendekatkan diri dan mengharapkan ridha Allah SWT seperti; iktikaf 10 hari terakhir pada bulan Ramadan.

Sebelum 10 hari lebaran biasanya kita diwajibkan untuk Zakat fitrah . Tahukah kamu apa itu zakat? Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan pada bulan ramadhan sebelum datangnya idul fitri, hukum dari zakat yaitu wajib dan satu orang yang harus dibayar zakat yaitu sebesar 2,5 kg beras. Dan pada nantinya zakat tersebut akan dibagikan kepada fakir miskin, amil dll . jika  kita mengeluarkan zakat sesudah idul fitri maka itu disebut sedekah atau infak , karena sudah melewati batas yang ditentukan.

 

Dan tidak terasa Sebentar lagi pun kita akan merayakan bulan ramadhan, kurag lebih hampir seminggu lagi kita akan merasakan nikmatnya ramadhan, kadang waktu memang sangat cepat berjalan dengan waktu  yang terus maju, padahal baru tahun lalu saya merasakan indahnya ramadhan dan sekarang dipertemukan kembali. Alhamdulillah kita masih di berikan kesempatan Oleh Allah untuk merasakan datangnya ramadhan, karena belum tentu kita bisa merasakan datangnya ramadhan, oleh karena itu kita harus menggunakan  waku itu dengan sebaik-baiknya,dan yang paling penting adalah dengan datangnya bulan ramadhan ini hidup kita bisa menjadi lebih berkah dan lebih baik dari yang sebelum sebelumnya.