HIDUP HANYA SEMENTARA

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya tapi Manusia sekarang ini jarang sekali yang mengingat Allah,  jalankan untuk mengingat Allah,  menjalankan perintah Nya pun sangat sulit dilakukan oleh manusia sekarang ini, seperti sholat, zakat, puasa ,dll. Manusia sekarang ini  biasanya hidup didunia hanya untuk bersenang senang saja,  sampai mereka melupakan pencipta mereka sendiri,  bahkan banyak manusia sekarang  bukan hanya melupakan penciptaNya tapi mereka tidak mengenal Allah SWT.  lihat saja banyak agama dimana-mana dan yang lebih parah lagi banyak yang tidak mempunyai agama, padahal kalau kita berfikir siapa yang menciptakan  mereka , apakah mereka diciptakan begitu saja tanpa proses yang panjang. Itulah manusia tidak ingin sulit maunya yang gampang-gampang saja dan bagi mereka yang tidak mempunyai agama mereka inginnya bebas,  tidak ada yang memerintahkan mereka karena beranggapan buat apa memikirkan agama, agama itu ribet, pusing, banyak aturan dll padahal tidak demikian justru agamalah yang menjadikan hidup kita lebih bahagia dan mengarah kepada kebaikan.

Manusia itu adalah makhluk yang lemah, dan tidak ada yang bisa menyaingi Allah SWT, sekalipun dia orang yang paling pintar didunia , manusia itu mempunyai sifat sifat yang berbeda-beda  ada yang baik, buruk, dll. Ada yang pintar dan ada yang bodoh,ada yang kaya  dan ada yang miskin. tapi kalau kita pintar perlukah kita bersifat sombong, apakah jika kita bersifat sombong Allah akan senang dengan kita, tentu tidak ?  justru Allah sangat membenci orang yang sombong, sepintar apapun kita pasti masih ada yang lebih pintar dari kita jadi kita tidak boleh sombong, sekalipun kita pintar tetap saja ada yang masih lebih pintar dibanding kita semua  yaitu Allah SWT. Dan  sepintar apapun kita tetap saja pintar itu tidak akan dibawa mati, karena hidup hanya sementara,  dan kita harus selalu ingat ilmu yang kita dapat pun tidak akan kita bawa mati, lebih baik ilmu itu kita salurkan kepada orang lain atau yang ingin belajar dengan kita, itu lebih baik karena pahala kita  akan mengalir dan mengalir selama manusia itu menggunakan ilmu kita tersebut lain halnya dengan orang yang pintar tapi dalam hal negatif contonya pintar mencuri, dll jika mereka menjarakan kepada orang lain justru malah dosa yang akan mengalir pada mereka.  Begitupun dengan kekayaan, biarpun kita kaya apakah kekayaan itu akan kita bawa sampai mati, tentu tidak ? memang mencari kekayaan di dunia itu sangat sulit  apalagi yang hidupnya dari dulu merasakan kekurangan  , untuk menjadi kaya itu memang sangat sulit semua manusia pasti ingin menjadi kaya, siapa coba yang tidak ingin menjadi kaya, justru jika kita ingin kaya kita harus selalu berusaha dan berdoa, berusaha itu membutukan usaha yang keras , ada memang manusia yang langsung kaya tapi  itu kan harta orang tuanya yang telah berusaha  menjadi sukses bukan anaknya ,anaknya itu hanyalah perantara bisakah dia menjaga amanah orang tuanya tersebut.  dan belum tentu juga  orang kaya itu selamanya kaya dan miskin pun sebaliknya, oleh karena itu kita harus berusaha . kekayaan yang kita dapatkan pun tidak akan kita bawa mati karena hidup kita hanya sementara, sekaya apapun kita tetap saja harta tidak akan kita bawa mati yang kita bawa hanyalah amal  kita saja, karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita mati hanya Allah lah yang tau kapan kematian itu akan datang, siapa tau ketika baru merasakan kenikmatan didunia dengan harta yang berlimpah Allah mencabut nyawa kita dan kita belum merasakan  kekayaan kita tersebut, oleh karena itu  selain mencari kesuksesan didunia kita   harus mencari kesuksesan diakhirat  juga yaitu dengan menjalankan perintah agama kita tersebut, jadi  ibaratnya adalah mencari kesuksesan dengan mencari amal juga karena kita tidak akan pernah tau kapan Allah akan mencabut nyawa kita.

Banyak manusia sekarang suka berjudi, miras , dll. Apakah perbuatan seperti itu diajarkan oleh agama, yang  jelas perbuatan itu sangat dialrang oleh agama, oleh karena itu masih banyak orang tua yang belum mengajarkan agama kepada anaknya, atau anaknya itu telah terpengaruh oleh orang-orang disekitar lingkunganya atau pergaulanya.  Dan banyak anak sekarang tidak mau mempelajari  agama,  yang mereka butuhkan hanya kesenangan dan kepuasan tanpa memikirkan akhirat, apakah mereka tidak tahu kehidupan didunia ini hanya permainan dan dan kehidupan sejati hanya diakirat yang kekal untuk selamanya.

 وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُون

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (Surah Al-An’Am ayat 32)

Dari ayat Alqur’an diatas dijelaskan bahwa dunia itu hanya permaian oleh sebab itu kita harus mencari tujuan akhir kita nanti yaitu akhirat,  dengan cara menjalankan perintah allah.  karena kalau ilmu akhirat kita baik insya Allah ilmu dunia pun akan membawa kita kepada kebaikan,  dan jika kita hanya mengejar ilmu dunia saja semua pekerjaan yang kita lakukan akan jadi sia-sia, dan jika kita hanya mengerjakan ilmu akhirat saja kita pun akan tertinggal oleh jaman, oleh karena itu kita harus menyeimbangkan antar keduanya.

Memang hidup didunia itu ada yang menyenangkan dan ada yang menyedihkan, dikala saatnya orang-orang berputus asa karena kegagalan dunianya akhirnya banyak orang ang yang melakukan bunuh diri, padahal bunuh diri itu adalah salah satu hal yang tidak disukai oleh Allah karena dia sama saja  lari dari kenyataan dan kematianya karena dia sendiri.  padahal kematian itu sudah ada yang mengaturnya yaitu Allah SWT, kita tahu bahwa kematian itu hanya sementara tapi kita jangan sampai bunuh diri hanya karena kita kita putus asa, kecewa, dll lebih baik dimasa hidup kita yang hanya sementara itu harusnya kita berpikir bagaimana caranya mendapatkan bahagia di dunia dan akhirat walaupun menjalankan perintah itu sangat susah karena dibutuhkan iman yang kuat dan kerja keras, tapi jika kita berusaha suatu saat pasti kita akan mendapatkanya. hidup hanya sementara itu bukan berarti kita harus berfoya-foya, berjudi, atau hal yang lainya, mungkin banyak orang yang berkata dalam hati” ngapain saya harus bekerja dan beribadah mungkin nanti saja kalau saya sudah tua” padahal kenyataanya kita kan tidak tahu kapan Allah akan menjemput nyawa seseorang yang jelas kita harus siap jika suatu saat allah akan menjemput nyawa kita . oleh karena itu perbaikilah ibadah kita kepada Allah dan gunakanlah sisa waktu yang diberikan oleh Allah dengan hal yang baik-baik.

Kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia sbenarnya hanya untuk sementara, oleh karena kenikmatan itulah manusia lupa akan tuhanya, dan melupakan yang namanya dunia akhirat. Padahal nikmat didunia ini tidak ada apa-apanya dibandingkan nikmat diahkhirat, diakhirat itu adalah nikmat yang sangat banyak, dan oleh karena itu pula kenikmatan itu yang membuat manusia menjadi orang yang tidak bersyukur seperti dalam ayat  al-qur’an  dibawah ini:

 وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim, 14 : 7)

Sudah jelas ayat diatas bahwa  jika kita bersyukur dengan nikmat yang Allah berikan  Allah akan menambahkan  nikmat kita,  misalkan kita mendapat rejeki yang sedikit kita harusnya bersyukur bukan mengeluh, putus asa, atau marah karena Allah tidak suka perbuatan tersebut.

dan seperti dalam ayat  Alqur’an di bawah ini:

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali ‘Imran, 3 : 145)

Pastinya semua manusia pasti akan mati dan tergantung amal kita saja yang menentukan apakah kita akan menajdi orang yang bersyukur atau orang yang kufur, yang jelas jika kita bersyukur Allah akan memberikan Pahala yang setimpal denga rasa syukur kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s