TAUBAT

Tahukah kamu apakah arti taubat itu, dan taubat yang benar itu seperti apa sih, dalam konteks ini saya akan menjelaskan tentang taubat.

Taubat adalah kembali, kembali dalam maksud yaitu kembalinya kita ke jalan yang benar   dengan melakukan kegiatan yang baik dan terpuji dengan tidak mengulangi lagi  dosa yang telah kita perbuat sebelumnya, walaupun kita tahu bahwa setiap manusia itu tidak luput dari dosa, tapi setidaknya kita bisa mencegahnya  karena kita sudah mempunya niat dalam hati untuk tidak mengulanginya, insya allah perlahan-lahan pasti kita akan bisa menghilangkan dosa tersebut. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallampernah bercerita tentang kisah Nabi Adam, beliau mengatakan, “Adam telah melanggar larangan Allah, maka anak keturunannya pun juga akan melanggar larangan Allah. Adam telah lupa, maka anak keturunannya pun juga akan lupa. Adam telah berbuat dosa, maka anak keturunannya pun juga berbuat dosa (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

Misalkan ada seorang Pemuda suka mencuri, karena dia keseringan mencuri dia pun tersadar, bahwa perbuatan dia adalah dosa dan dia tidak mau menambah dosa yang terus menerus mengganjal pikiranya, oleh karena itu dia akhirnya bertaubat walaupun di awalnya berat

Taubat yang diterima Allah yaitu Taubat Nasuha atau taubat yang sesungguhnya,  dia tidak hanya mengucapkannya didalam lisan tapi dia juga mengerjakan apa yang dia katakan, kadang-kadang ada juga orang yang taubatnya hanya taubat sambel, yaitu tobat yang hanya dimulut saja akan tetap dia kembali kejalan itu lagi alias kembali kepada maksiat.

Sebenarnya taubat dapat dilakukan kapan saja, tetapi alangkah lebih baik jika taubat tersebut dilakukan secepatnya jangan terlalu menunda-nunda waktu, karena kita tidak pernah tahu sewaktu-waktu allah bisa saja mencabut nyawa kita sebelum kita bertaubat . sebagian dari orang yang melakukan perbuatan tercela, seperti berzina, minum-minuma keras, dan sebagainya biasanya banyak suka menunda-nunda waktu dalam bertaubat, mereka merasa umur mereka masih muda, dan dalam hati mereka berkata” ngapain saya bertaubat sekarang tanggung ah nanti aja kalau sudah puas atau kalau saya sudah capek seperti ini baru saya taubat ” mungkin mereka berkata seperti itu. Memang terserah mereka ingin taubat dari maksiat tersebut apa tidak yang jelas mereka kan tidak tau kapan mereka meninggal, kan orang meninggal itu tidak tau kapan dia meninggal, mungkin kalau dia tau dia akan meninggal dia akan cepat-cepat bertaubat pada hari itu juga .

Jika kita berbuat salah kepada Allah insya Allah, Allah akan memafkan  kita sebesar apapun dosa yang kita perbuat kecuali bagi orang yang kafir, murtad, dan bagi orang yang musyrik. Tetapi jika kita berbuat salah kepada orang lain, kita harus minta maaf kepada orang yang bersangkutan yang pernah buat mereka sakit hati terhadap kita. Memang manusia itu sudah ada yang memaafkan dosa dia tersebut tapi ada juga yang masih sakit hati akibat perbuatan kita tersebut, misalkan jika kita suka menghina orang, dan orang itupun merasa sakit hati terhadap kita karena dia tidak terima apa yang kita lakukan,  sebaiknya kita harus cepat-cepat minta maaf kepada orang tersebut dan berjanji tidak mengulanginya lagi. Apabila orang tersebut tidak memaafkan kita harus tetap berusaha agar dia bisa memaafkan kesalahan kita.

Jika kita berbuat dosa kepada yang tidak disengaja lebih baik kita cepat-cepat beristigfar, istigfar yaitu dengan menyebut nama Allah dan langsung meminta maaf kepada Allah Swt. Memang dalam kehidupan ini banyak sekali kesalahan yang kita buat dan setiap manusia pasti mempunyai itu. Dalam hidup pasti ada yang namanya keterpaksaan misalkan jika seseorang itu ingin mencari makan, karena dia mencari pekerjaan tidak dapat dan pada akhirnya dia pun mencuri, karena dia merasa sudah putus asa, dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi hanya untuk menutupi perutnya yang kekosongan.

Syarat taubat itu ada tiga yaitu (1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya. Menyesal dalam taubat adalah dia merasa telah melakukan banyak dosa yang dia perbuat dan dia pun tidak ingin melakukan dosa tersebut lagi.  Yang kedua adalah kita merasa kita harus segera mengakhiri dosa yang kita perbuat dan kembali kepada jalan yang benar, dan yang ketiga adalah kita harus niat dalam hati bahwa kita tidak boleh mengulangi n tersebut.

AllahSWT  adalah Dzat yang Maha Pengampun dan Penyayang bagi orang yang bertaubat dan kembali kepada-Nya dengan ikhlas dan tulus. Kita wajib meyakini hal ini dengan keyakinan yang kokoh. Namun jangan sampai kita lupakan , bahwa Allah sangat kersa siksaanya bagi yang yang durhaka kepada Allah SWT . Dengan berbekal keyakinan inilah, niscaya akan tumbuh rasa takut dalam hati seorang hamba. Rasa takut terhadap siksaan dan ancaman dari Allah. Dan akan berkembang rasa harapan terhadap janji ampunan dan pahala dari Allah.

sabda Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari arah barat, maka Allah akan menerima taubatnya” (HR. Muslim). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallampun telah bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla, akan menerima taubat seorang hamba selama nyawanya belum sampai ke kerongkongannya (baca: sakaratul maut)” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Hasan).

Dari hadist tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa kalau kita bertaubat sebelum kiamat datang maka Allah akan menerima Taubat kita dan Allah juga insya Allah akan menerima taubat kita jika kita masih hidup akan tetapi ketika ketika kita sedang dicabut nyawanya oleh malaikat izroil dan kita bertaubat sesudah sampai kerongkongan maka taubat kita pun tidak akan diterima

  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ يَوْمَ لاَ يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ                                                                                                                          

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb-kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu, dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari, ketika Allah tidak menghinakan Nabi, dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb-kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’.” – (QS.66:8)

Dengan bertaubat, insya kita akan masuk surga asalkan kita tidak mengulangi perbuatan tersebut lagi dan kita kembali ke jalan Allah dengan benar, dengan bertaubat hendaknya kita bisa menjadi orang yang bertakwa yaitu menjauhi perbuatan yang dilarang oleh Allah dan menjalankan perintah  Allah dengan Sebaik-baiknya. Kita harus niat didalam hati bahwa kita mencintai Allah dengan Sepenuh hati dan tidak setengah-setengah , Misalkan kita hanya menjalankan sholat lima waktu hanya 2 kali dalam sehari, padahal Allah sudah mewajibkan kita untuk sholat waktu 5 kali dalam sehari-hari. Pekerjaan yang dikerjaan dengan setengah-setengah tidak akan selesai. Begitu juga taubat, kalau taubat hanya dilakukan dengan setengah-setengah suatu saat pasti kembali ke jalan maksiat itu lagi. Memang setan selalu menggoda manusia untuk selalu berbuat maksiat, tetapi jika kita mengingat Allah, yaitu mengingat bahwa perbuatan itu adalah dosa, maka kita akn menjauhi perbuatan maksiat tersebut.  Didalam hidup ini memang lebih banyak orang yang maksiat daripada orang  yang beriman, dan itu semua memang pekerjaan dia  . setan itu akan selalu menggoda manusia sampai kita berbuat maksiat , dan setan akan merasa senang jika dia berhasil menggoda kita kepada jalan yang salah, oleh karena itu pasti kita berbuat dosa dan mungkin untuk dosa yang kecil yaitu dosa yang tidak disengaja kita bisa mengucapkan astagfirullah, akan tetapi untuk dosa yang besar kita harus bertaubat. Kita tidak bisa hanya mengucapkan astagfirullah karena dosa itu sudah besar makanya kita harus bertaubat.

وَالَّذِيْنَ إِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوْا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوْا اللهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ اللهُ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلىَ مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ* أُوْلَئِكَ جَزَاءُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِيْنَ فِيْهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِيْنَ

“Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan yang keji atau mendzolimi diri mereka sendiri, lalu mereka ingat kepada Allah dan memohon ampun atas perbuatan dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah. Kemudian mereka tidak mengulangi perbuatan dosa mereka sedangkan mereka mengetahui. Mereka itulah akan mendapatkan ampunan dari Rab mereka dan surga-surga yang megalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal.” (QS. 3:135-136)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s