Ridho allah terletak pada keridhoan orang tua

B

agi saya orang tua itu adalah segalanya, tanpa dukungan orang tua kita bukan siapa-siapa. Masih ingatkah kita bagaimanakah mereka membesarkan kita dari kecil sampai dewasa sekarang, dia membesarkan kita dengan penuh kasih sayang dan penuh perhatian , tapi apakah kita sudah membalas jasa mereka terhadap mereka. Hanya waktu yang bisa menjawabnya

Seorang ibu adalah orang yang paling berjasa dalam hidup kita, dia telah menjaga kita selama hampir lebih 9 bulan lamanya, barulah  dia melahirkan kita ke dunia ini. masih ingatkah bagaimana dia membawa kita kemana-mana di dalam perutnya yang kokoh, sampai dalam tidurnya pun dia tidak bisa terlentang karena bayi yang berada di dalam perutnya yang makin membesar. Ketika kita dilahirkan betapa sakitnya apa yang dia rasakan , dia bertahan antara hidup dan mati. Dan ketika kita lahir barulah dia merasa lega walaupun dia masih merasakan rasa sakit. ketika kita lahir dia sudah menyusui kita dan menjaga kita walaupun dia lelah, dan dimalam hari dia tidak bisa tidur karena mendengar suara kita menangis karena lapar atau mungkin kita kencing, Itulah jasa seorang ibu kepada kita. Tapi, lihatlah sekarang diri kita, begitu banyak rasa sakit yang kita  buat kepada ibu kita, kadang kita membuat dia marah, kesal kepada kita itu karena ulah kita yang tidak menuruti kata-katanya, padahal kata-kata mereka itu sebenarnya kebaikan untuk kita .

Seorang ayah juga turut berperan dalam kehidupan kita tanpa ayah kita pun pasti kita  tidak pernah ada, dialah yang mencari nafkah untuk keluarga kita, dari pagi hingga petang dia mencari sesuap nasi hanya untuk kita, betapa besar cinta kasihnya kepada kita , tapi kadang-kadang kita pun masih menyakiti hatinya, itulah orang tua yang sangat sayang kepada anaknya, demi apapun dia rela melakukan segalanya.

Banyak yang bilang, kalau  kita sedang di nasehatin orang tua atau kita dimarahin orang tua. itu karena mereka sayang kepada kita, menurut saya itu benar tapi tapi biasanya anak remaja sekarang paling malas yang namanya dinasihatin atau di ceramahin, pasti mereka berkata “kenapa sih mamaku cerewet banget apa-apa dinasihatin, apa apa dinasihatin, kenapa dia ga pernah mengerti perasaan aku, aku benci sama orang tuaku” itulah kebanyakan kelakuan anak muda sekarang paling malas yang namanya dinasihatin, padahal itu adalah kebaikan untuk kita mungkin kita belum pernah merasakan kita sebagai orang tua, padahal kalau kita menjadi orang tua  kita pun  akan  melakukan hal yang sama terhadap terhadap anak kita. Justru kata orang  kalau orang tua diam kepada kita itu tandanya dia sudah tidak sayang lagi kepada kita dan hatinya pun berkata” masa bodo, terserah lu mau ngapain gue ga’ peduli” itu tandanya dia sudah tidak sayang kepada kita. Tapi orangtua mungkin melakukan itu hanya sementara kepada kita, dia berbuat begitu karena kita sudah berbuat ketelaluan, tapi nanti dia juga akan seperti biasa lagi

Seperti di dalam hadits

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتَْ

Yang artinya : Surga itu di bawah telapak kaki ibu

Kenapa  surga itu di bawah telapak kaki ibu,  karena ibu sangat berperan dalam kehidupan kita dan dia rela melakukan apapun untuk kita.  itulah sebabnya kenapa kita tidak boleh menyakiti hati ibu kita karena seorang ibu itu tidak akan pernah tergantikan oleh siapapaun,  termasuk ibu tiri sekalipun atau saudara dan teman yang dekat dengan kita,

Dan kenapa ridho allah terletak pada keridhoan orang tua jika orang tua sudah meridhoi kita misalkan untuk mempunyai keluarga ataupun merantau pasti allah juga sudah meridhoi kita,  karena tanpa ridho orang tua itu hidup kita akan sulit untuk mendapat kebahagiaan walaupun sekarang banyak orang  yang sudah jauh dari orang tuanya tapi orang tua pasti akan selalu merindukan anaknya berbeda dengan anaknya ada yang merindukan sosok orang tua ada juga yang tidak itu tergantung kepada anaknya.

Bayangkan jika suatu saat orang tua kita meninggal pasti kita akan sangat kehilangan nya. apalagi di waktu dia masih hidup kita belum bisa membalas apa yang dia lakukan kepada kita, pasti kita akan menyesal karena kita belum bisa membahagiakan orang tua kita, oleh karena itu kita sebagai seorang anak setidaknya harus bisa mebahagiakan dia di waktu kita hidup, karena hidup itu Cuma sekali dan waktu itu tidak bisa di ulang kembali,  oleh sebab itu maka taatilah orang tuamu. Memang ketika orang tua masih hidup kita suka bermanja-manja mau ini mau itu jika orang tua tidak mempunyai uang kadang-kadang kita marah, padahal kita tau mereka itu mencari nfkah hanya untuk kita tapi kita malah mencacinya,  nauzubillahiminzalik, mungkin jika orang tua sudah tiada baru kita sadar betapa pentingnya dia buat kita yang dulu kita bisa makan enak karena dia sudah tidak ada kita harus bisa mencari makanan sendiri apalagi jika di dunia tidak punya siapa –siapa, orang tua tidak ada, saudara pada jauh,  oleh karena kita kita sepatutnya bersyukur orang tua kita masih di beri kesehatan . seandainya jika orang tua sudah tiada harusnya kita selalu mendoakanya agar dia bisa melihat di alam sana bahwa anaknya masih mendoakanya

Perintah berbakti kepada orang tua itu banyak sekali di alquran seperti dalam Qs. Luqman ayat 14 :

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, (terutama kepada ibunya), karena ibunyalah yang mengandungnya dengan berbagai susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) dua tahun. Oleh karena itu hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai manusia) dan juga kepada Kedua orang tuamu.” ( QS. Luqman 14 )

Selain di dalam surat Luqman di dalam surat al-ahkaff di sebutkan bahwa ibu di sebutkan tiga kali perhatikan ayat berikut:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Qs. Al-Ahqaaf : 15)

Kenapa ibu di sebutkan tiga kali sedangkan ayah hanya sekali,  karena derita yang di tanggung oleh ibu lebih besar daripada ayah dan dia harus rela mengorbankan nyawanya demi anaknya. apalagi ketika dia hamil dia dengan susah menggendong si buah hatinya yang ada di dalam perutnya, walaupun dia bekerja di rumah atau di tempat yang lain.  setelah itu dia menyusui, dan kebaikan ibu itu lebih besar dibandingkan oleh ayah, bahkan dia sampai rela membersihkan kotoran kita . itulah betapa sayangnya orang tua kepada kita.

Bersyukurlah orang yang masih mempunyai orang tua yang masih sayang kepada anaknya, walapupun saya sudah tidak punya orang tua tapi saya masih ingat perkataan mereka, dan  wajah mereka masih melayang dipikiran saya sampai kapan pun. andaikan waktu dapat terulang kembali ku ingin sekali memeluk mereka walaupun hanya sebentar, ketika ku mengingat mereka rasanya air mata ini akan keluar dengan sendiirinya,tapi waktu itu berlalu dengan cepat dan aku tidak bisa melakukan apalagi selain berdoa.

Ketika orang tua sudah tidak ada hidup akan tetap berjalan ketika kita dulu hanya seorang anak, yang mulai tumbuh dewasa. pasti kita pun akan menjadi ibu dan ayah kepada anak-anak kita derita yang dahulu kita perbuat kepada orang tua kita pasti kita akan merasakannya juga bagaimana kenakalan anak kita dan kelakuan kita pasti kita akan merasakanya, itulah hidup. ya

Cukup sekiand dari saya mudah-mudahan artikel saya ini bisa berguna bagi pembacanya,

Wassalam,,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s