TERSENYUM

Pernahkah kamu tersenyum ? dan apakah yang kamu rasakan setelah tersenyum ?

Menurut saya tersenyum adalah suatu keihkhlasan di dalam didalam hati seseorang  karena dia merasa senang dengan orang itu. tapi ada juga tersenyum terpaksa karena tidak mau terjadi salah paham  kalau dia melihat wajah orang itu cemberut

Jika banyak tersenyum kata orang akan lebih awet muda,  karena kerutan di wajahnya hanya terlihat lebih sedikit di bandingkan orang yang suka cemberut kepada orang lain.coba anda perhatikan jika ada seseorang  yang suka cemberut wajahnya daripada orang yang suka senyum pasti lebih suka lihat orang yang suka tersenyumkan .apalagi kalau dengan tersenyum hati akan menjadi lebih tenang.  apalagi kalau misalkan seseorang  bermusuhan dengan temanya dan orang itu  memberikan senyum kepada musuhnya itu, setidaknya temanya itu merasa kalau anda adalah orang yang ramah dan baik hati. dan  apalagi kalau anda bertemu dengan orang yang tidak kenal dan anda tersenyum di hadapanya pasti dia merasa kalau anda adalah orang yang baik.

Sebenarnya tersenyum itu bisa di lakukan dimana dan sama siapa saja tapi harus lihat waktu dan tempat juga misalkan ada orang tersenyum kepada kita dan kita pun tersenyum kepadanya itu adalah hal yang wajar tapi kita jangan suka tersenyum sendiri-sendiri sedangkan orang itu diam kepada kita itu lama-lama orang itu akan berpikir kalau kita punya penyakit jiwa atau abnormal

Sebaiknya kita bisa mencontoh sifat Nabi Muhammad dimanapun dia berada baik orang yang membencinya, menghinanya, atau mencaci makinya dia tetap tersenyum .itulah salah satu sifat nabi Muhammad yang sangat jauh berbeda dengan kita kalau kita hanya masalah sedikit saja pasti kita akan menjadi cemberut atau mungkin menjadi dendam.

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam merupakan seorang suami yang penuh canda dan senyum dalam kehidupan rumah tangganya.

Aisyah Radliyallahu’anha mengungkapkan, ”Adalah Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam ketika bersama istri-istrinya merupakan seorang suami yang paling luwes dan semulia-mulia manusia yang dipenuhi dengan gelak tawa dan senyum simpul.” (Hadits Riwayat Ibnu Asakir)

Aisyah Radliyallahu’anha bercerita, yang artinya, “Tidak pernah saya melihat Raulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam tertawa terbahak-bahak sehingga kelihatan batas kerongkongannya. Akan tetapi tertawa beliau adalah dengan tersenyum.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari)

Diriwayatkan At-Tirmidzi, Al-Husein Radliyallahu’anhu, cucu Rasulullah SAW menuturkan keluhuran budi pekerti beliau. Ia berkata, ”Aku bertanya kepada Ayahku tentang adab dan etika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa Sallam terhadap orang-orang yang bergaul dengan beliau. Ayahku menuturkan, ‘Beliau Shallahu ‘alaihi wa Sallam senantiasa tersenyum, berbudi pekerti lagi rendah hati, beliau bukanlah seorang yang kasar, tidak suka berteriak-teriak, bukan tukang cela, tidak suka mencela makanan yang tidak disukainya. Siapa saja mengharapkan pasti tidak akan kecewa dan siapa saja yang memenuhi undangannya pasti akan senantiasa puas…..” (Riwayat At-Tirmidzi)

Seharusnya kita sebagai umat manusia harus seperti Nabi Muhammad dia adalah contoh bagi kita karena dia hanya bisa tersenyum kepada orang lain dan dia tidak pernah marah kepada siapapun, bahkan dia tidak suka berteriak-teriak sedangkan kita bukan hanya tersenyum lagi tapi kita sudah melampaui batas ada yang tertawa terbahak-bahak sampai-sampai dengan tertawanya itu mengenai orang lain atau menjelekkan-jelekkan orang lain dan akhirnya orang yang di jelek-jelekkan itupun menjadi bahan tertawaan mereka karena mereka merasa dengan menghina kekurangan dia akan menjadi omongan yang sangat menghibur bagi mereka

Seperti dalam beberapa hadits tentang senyum yaitu :

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya: Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu

Maksudnya disini adalah tersenyum bisa kita lakukan dengan siapa saja dan kalau menurut saya tersenyum selain di hadapan non muslim juga tidak masalah karena allah mengajarkan kita untuk saling bertoleransi seperti yang ada di dalam alqur’an yaitu dalam surat al-kafirun  yang berbunyi “ Bagimu agamamu bagiku agamaku”

orang muslim selalu diajarkan agar memiliki sifat lapang dada dan senantiasa terbuka menebarkan senyuman kepada orang lain,
Lebih jauh tentang makna senyuman, seorang muslim yang tersenyum saja sama telah menebarkan kegembiraan dan kasih sayang melalui senyumannya. Sejalan dengan misi Islam menebarkan keceriaan di muka bumi ini.

Dalam agama islam kata senyum adalah sebuah ibadah menurut saya itu adalah benar karena kalau kita tersenyum kepada orang lain hati kita kan menjadi merasa lebih tenang dan kita pun bisa lebih akrab lagi dengan dia karena dengan tersenyum kepadanya dia akan menjadi lebih tahu kalau kita adalah orang  yang baik dan ramah.

Tapi biasanya ada juga orang yang senyum karena terpaksa mungkin mungkin dia tidak suka dengan kita atau ada masalah yang menyebabkan dia tidak suka kepada kita atau juga dia memang tidak suka tersenyum.

saya punya cerita tentang seseorang yang tidak suka kepada saya entahlah kenapa dia tidak suka kepada saya.ketika ada penerimaan mahasiswa baru di kelas saya bertanya kepada dia  “hey nama kamu siapa  ?bukannya menjawab dia malah diam tanpa menghiraukan saya dan ketika saya bertanya lagi kepada dia, dia pun menjawab  “ memang lu siapa sich nanya-nanya mulu kenal juga kaga ” dan seketika saya diam dan pergi tanpa menghiraukannya lagi. Dari situ saja sudah terlihat bahwa dia memang orang yang tidak baik dan merasa cuek terhadap orang lain, lain halnya dengan  seseorang yang satu lagi ketika saya bertanya denga dia “hey lulusan tahun berapa “ dia pun menjawa 2010 kalau kamu “  dari situ saja sudah kelihatan kalau dia bisa di ajak bicara dengan enak

Di sini saya akan menjelaskan apakah yang dimaksud dengan senyum dan apa juga  yang di maksud dengan tertawa

Senyum dan tawa tidak selalu sama Bila tertawa lebih didasari pada reaksi spontan, maka senyum bisa dijadikan suatu perilaku yang bisa diajarkan. jadi lebih baik kita tersenyum karena dengan tersenyum itu akan lebih terasa indah di banding tertawa

Memang dengan tertawa rasanya akan lebih nikmat di bandingkan hanya tersenyum karena dengan tertawa bisa melepaskan hasrat yang ada di hati kita sedangkan tersenyum hanya sebagian kecil saja tapi akan lebih bermakna di bandingkan tertawa

Tiga junjungan rasulullah kepada kita semua yaitu :

Janganlah kalian meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun itu adalah wajah ramah (penuh senyum) di wajahmu saat kau bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

2. “senyummu kepada saudaramu adalah bernilai sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi)

3. Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapakah yang siap untuk mengambil kalimat-kalimat ini kemudian mengamalkannya? Atau mengajarkan kepada orang yang siap mengamalkannya?” Abu Hurairah berkata, aku ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang tanganku kemudian menyebutkan lima hal, beliau bersabda, “(1) jauhilah hal-hal yang haram, pasti kau akan menjadi manusia yang paling patuh. (2) hendaklah kamu ridho dengan apa yang Allah beri untukmu, engkau pasti akan menjadi orang yang paling kaya. (3) berbuatbaiklah kepada tetangga, engkau pasti menjadi mukmin sejati. (4) cintailah untuk orang lain sesuatu yang kau cintai untuk dirimu sendiri, engkau pasti menjadi muslim sejati. (5) janganlah banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu akan mematikan hati.“ (HR. Tirmidzi)

Jadi intinya lebih tersenyumlah kamu dihadapan siapapun yang  kamu kenal atau tidak kenal dan agar menjadi lebih akrab dan janganlah lebih banyak tertawa karena rasulullah saja sudah mengatakan yang ada di dalam hadits tirmidzi yaitu “janganlah banyak tertawa, sebab banyak tertawa itu akan mematikan hati”  

 

Sekian saja article dari saya kurang dan lebihnya saya minta maaf mudah-mudahan dari article yang saya buat ini bisa bermanfaat bagi kita semua ..

Wassalam,,

Iklan